Bahkan BPOB akan mendapatkan status Badan Layanan Umum agar mendorong investasi dan serapan tenaga kerja, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas lagi.
"Proyek ini adalah upaya pemerintah pusat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekitar Magelang, Kulon Progo, dan Purworejo atau Gelang Projo. Pengembangan ini memperhatikan unsur ekologi, sosial dan ekonomi berdasarkan pilar-pilar pembangunan berkelanjutan,” kata Indah.
Terkait informasi yang berkembang di masyarakat tentang penghentian kegiatan masyarakat seperti off road dan berkebun di zona otorita, Indah memastikan hal itu tidak benar dan keliru.
BPOB mengupayakan pembangunan Borobudur Highland ini tidak merugikan pihak manapun, justru memberikan kesempatan baru bagi masyarakat di sekitarnya, dengan menyediakan lapangan kerja dan kesempatan berusaha.
Apalagi dalam kondisi COVID-19 ini, dampak ekonomi cukup berat, dan kami dari pemerintah pusat mendorong agar ada energi baru lewat kehadiran badan itu di tengah masyarakat.
"Kami kira ini masalah miss-komunikasi saja, dan kami telah meluruskan dengan bertemu langsung dengan beberapa pihak masyarakat secara informal,” kata Indah.
Selain itu, pemerintah pusat terus berupaya agar pariwisata sebagai lokomotif perekonomian bisa segera bangkit, karena multiplier effect-nya langsung dinikmati oleh sektor riil dan masyarakat. Misalnya membangkitkan usaha-usaha informal maupun wirausaha perorangan, selain usaha formal seperti hotel dan travel operator.
"Pengembangan Borobudur sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas tentunya akan memberikan sumber pertumbuhan ekonomi skala regional dan nasional, sesuai amanat yang diemban pemerintah yaitu memajukan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BPOB Bisma Jatmika mengatakan sejak awal 2021, BPOB melaksanakan pelatihan CHSE sebagai pembukaan pelatihan dan pendampingan lainnya, sehingga pelaksanaannya ke depan tidak menimbulkan penyebaran COVID-19.
"Ke depan ada pelatihan dan pendampingan yang lebih aplikatif, di bidang kuliner dan ekonomi kreatif. Nanti jika ada event lagi, akan lebih banyak produk lokal yang bisa dibeli oleh pengunjung," katanya.
(Salman Mardira)