Dampak Erosi, Batuan Terkenal Galapagos Arch Darwin Runtuh

Mila Widya Ningrum, Jurnalis
Jum'at 21 Mei 2021 19:01 WIB
Batuan Runtuh di Galapagos (Foto: The Guardian)
Share :

EKUADOR - Batuan terkenal di Kepulauan Galapagos bagian atas Arch Darwin, yang terletak di bagian utara kepulauan Samudra Pasifik, runtuh akibat erosi alami.

Kementrian Lingkungan Hidup untuk Ekuador mengkonfirmasi pernyataan berita tersebut dan juga memposting gambar struktur batuan yang sekarang hanya terdiri dari dua pilar.

"Dilaporkan, runtuhnya Arch Darwin, jembatan alami menarik yang ditemukan kurang dari satu kilometer dari area utama Pulau Darwin," kata kementerian itu dalam pernyataannya.

Baca Juga:

Ilmuwan Temukan 30 Spesies Baru di Perairan Galapagos

Bukittinggi Batasi Pengunjung Tempat Wisata saat Libur Lebaran

"Lengkungan Darwin terbuat dari batu alam yang pernah menjadi bagian dari Pulau Darwin, yang tidak terbuka untuk dikunjungi melalui darat." lanjutnya.

Menurut ahli biologi Inggris Charles Darwin, lengkungan ini dianggap sebagai salah satu tempat menyelam terbaik di Kepulauan Samudra Pasifik yang merupakan bagian dari Ekuador dan terletak ratusan mil di lepas pantai negara itu.

Situs Warisan Dunia UNESCO mengungkapkan tempat ini terkenal dengan banyak spesies hewan dan tumbuhan endemik, yang terkenal menginspirasi teori evolusi Darwin.

Perusahaan tur Aggressor Adventures, yang mengatur perjalanan ke berbagai tujuan di seluruh dunia, menunjukkan dalam Facebooknya bahwa salah satu grup turnya menyaksikan insiden itu terjadi.

"Sayangnya hari ini, tamu kami dari Galapagos Aggressor III mengalami peristiwa sekali seumur hidup," kata perusahaan itu.

 

"Pagi ini pukul 11:20 waktu setempat, Lengkungan Darwin yang terkenal di dunia roboh di depan mata mereka.”

"Beberapa di industri penyelaman & perjalanan sudah menyebut ini sekarang sebagai 'Pilar Evolusi', kami akan melewatkan situs ikonik ini."

(Edi Hardian )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya