3. Desa Wae Rebo
Desa Wae Rebo, sebuah desa adat terpencil di Kabupaten Manggarai, NTT. Berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut membuat desa ini kerap kali dijuluki Kampung di Atas Awan.
Pada 2012, UNESCO resmi menyatakan Desa Wae Rebo sebagai warisan budaya dunia, menyisihkan 42 negara lain.
Hal paling mencolok yang sangat unik dari desa ini adalah arsitektur rumah penduduknya yang masih sangat tradisional. Bentuknya mengerucut dengan atap terbuat dari daun lontar. Keberadaannya yang jauh dari kota membuat keasrian suasana di sana masih sangat terjaga.
Desa Wae Rebo (Indonesia Travel)
Siapapun yang berkunjung ke sini juga akan dibuat kagum dengan keramahan penduduk aslinya. Di Desa Wae Rebo, pengunjung dapat merasakan keunikan budaya, adat istiadat, serta kearifan lokal yang masih kental.
Oleh karenanya tak aneh meskipun perjalanan yang ditempuh untuk sampai cukup panjang, Desa Wae Rebo selalu disinggahi oleh wisatawan Indonesia maupun dunia.
4. Pulau Komodo
Sesuai namanya, Pulau Komodo adalah habitat asli fauna purba, yaitu Komodo. Pulau ini merupakan taman nasional yang berada di wilayah perbatasan antara Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa tenggara Barat.
Aman ini mencakup tiga pulau besar, yaitu Komodo, Padar, dan Rinca. Luar biasanya, ketiga pulau ini sama-sama menyuguhkan panorama alam yang sungguh menakjubkan.
Ya, di pulau yang dinamai oleh seorang Belanda bernama Letnan Steyn van Hens Broek pada tahun 1910 ini tidak hanya dikenal wisatawan dunia karena hewan endemiknya saja.
Bentang alamnya yang menawan juga membuat Pulau Komodo ramai pengunjung. Selain itu, masyarakat di sini sangat ramah.
Apakah Anda tahu mengapa hewan Komodo dan masyarakat setempat bisa hidup berdampingan di pulau ini? Ada sebuah mitos yang dipercaya oleh warga lokal.
Konon, di pulau ini dulunya hidup seorang putri bernama Putri Naga yang menikah dengan pemuda bernama Mojo. Mereka dikaruniai dua orang anak, Gerong dan Orah.
Saat dewasa, Gerong menjalani hidup normal di tempat asalnya. Sementara Orah dilepas untuk hidup di hutan. Suatu saat ketika Gerong tengah berburu kadal raksasa di hutan, sang ibu mencegahnya dan mengatakan bahwa kadal raksasa itu adalah saudaranya.
Setelah itu, kadal raksasa tersebut diperlakukan dengan baik oleh masyarakat.