Ahli Epidemiologi Griffith University, Australia, Dicky Budiman, pun menyarankan agar tempat wisata yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan tegas sebaiknya ditutup. Sebab, transmisi virus di Indonesia sudah ada di level terburuk.
"Indonesia sudah pada level penularan di komunitas. Itu level terburuk. Indonesia sudah satu tahun ada di level tersebut menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO). Jadi, kalau sudah ada aktivitas seperti itu (penumpukan massa di satu tempat meski outdoor), ya, kemungkinan besar ada penularan," terang Dicky.
Dengan begitu, "Kalau tidak bisa menjamin pembatasan pengunjung dan memastikan wisatawan menerapkan prokes dengan ketat atau tidak ada registrasi online walaupun lokasi wisatanya outdoor, ya tutup. Sebab, penyebaran Covid-19 bakal tidak terkendali," tambah Dicky.
Sementara itu, Psikolog Klinis Meity Arianty menjelaskan, bagaimana sikap paling bijak menyikapi keinginan yang besar untuk liburan pasca lebaran setelah 'muak' di rumah saja.
Menurut Mei, kuncinya ada di kontrol diri dan memahami dengan jelas apa risiko yang akan terjadi ketika memaksakan untuk tetap liburan di situasi pandemi Covid-19.