Novita menambahkan, penutupan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dari aktivitas wisata merupakan salah satu upaya untuk mengendalikan potensi peningkatan, dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 pada masa libur Lebaran.
Baca juga: 9 Burung Predator Penghuni Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
"Penutupan ini, merupakan ikhtiar dalam upaya mengendalikan potensi peningkatan, dan atau memutus mata rantai penyebaran COVID-19, pada masa libur Lebaran,” kata Novita.
Dikatakannya, bagi masyarakat yang terlanjur melakukan registrasi di periode 13 hingga 23 Mei 2021, diberi kesempatan mengajukan perubahan jadwal.
Hal ini disebut Novita, sebagai upaya pihak BB-TNBTS mendukung upaya pemerintah memininalisir mobilisasi guna di masa larangan mudik hingga 17 Mei 2021.
(Salman Mardira)