"Hal ini bisa terjadi pada saat hembusan nafas yang tertahan dan tidak langsung keluar pada area masker," imbuhnya.
Menurut Dokter Inda, sebagian besar pasien yang datang umumnya dengan keluhan pada bagian wajah akibat penggunaan masker. Untuk itu perlu diperhatikan dalam pemakaian masker yang tepat.
"Pastikan memilih masker dengan bahan yang pas dan nyaman serta terbuat dari bahan yang tidak membuat sulit untuk bernafas", tutur Dokter Inda.
Jenis masker yang direkomendasikan oleh penelitian dermatologis memang belum ada. Sedangkan penggunaan masker memang dapat menimbulkan resiko terjadinya jerawat.
"Gunakan masker yang nyaman dan dianjurkan rajin mengganti setiap minimal 4 jam supaya keringat dan kelembaban tetap terjaga. Anda bisa membuka masker atau melepas sebentar setiap 2 jam sekali dengan kondisi aman disekitar anda. Kemampuan filtrasi pada masker maksimal 8 jam", ungkap Dokter Inda.
Bagi Anda yang rentan berjerawat, masker kain yang terbuat dari bahan katun dapat membantu menyerap keringat dan memungkinkan kulit untuk bernafas.