PANDEMI belum berlalu, desainer busana muslim Dewi Permata Sari dan Rosy Andreas mengenalkan koleksi bernuansa Minang. Seperti apa potretnya?
Dewi dan Rosy membuat busana sarimbit dengan tenun pandai sikek dengan motif minang. Bertema “Magical of Ranah Minang”, busana muslim ini sangat indah dan melambangkan kekeluargaan.
Mereka mengangkat tiga tema yakni pucuak rabuang, motif ini melambangkan harapan baik, karena bambu adalah pohon yang tidak mudah rebah oleh tiupan angin kencang. Motif pucuak rabuang selalu ada dalam setiap kain songket sebagai kepala kain atau tumpal.
"Penggunaan motif ini pada kain songket dimaksudkan agar si pemakai selalu mempunyai keberuntungan dan harapan baik dalam setiap langkah hidup," lewat keterangan Kiciks Muslimah.
Kemudian ada juga motif sajamba makan, yang melambangkan kebersamaan dalam menikmati keberhasilan.
Serta motif saluak laka bermakna kekerabatan. "Memberi makna dalam kehidupan masyarakat, bahwa kekuatan akan terjalin dari kesatuan yang saling terikat sehingga akan terwujud kekuatan bersama dalam menghadapi bermacam masalah."
Dewi sangat bersyukur di masa pandemi ini masih bisa berkarya seperti biasanya. Bahkan koleksinya kali ini sangat spesial. Dewi juga ingin konsisten mengangkat tema nusantara ini.
"Tentunya untuk melestarikan budaya di Indonesia dan bisa mendunia," ujarnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)