Kementerian Kesehatan tak menampik bahwa cakupan vaksinasi Covid-19 pada kelompok lansia masih sangat keci. Padahal, beberapa upaya progresif sudah dilakukan.
Sampai 29 April 2021, baru 2.520.487 lansia yang menerima suntikan dosis pertama vaksin Covid-19, dan 1.499.869 lansia yang menerima dosis kedua. Artinya, baru 12 persen lansia yang menerima dosis pertama dan 7 persen menerima dosis kedua. Angka ini masih jauh sekali dari target yang diharapkan yaitu 21.553.118 lansia yang divaksin Covid-19.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia, Tarmizi, menjelaskan bahwa segala upaya sudah dilakukan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi lansia tersebut. Namun, angkanya memang belum begitu banyak.
"Segala upaya sudah kami lakukan, mulai dari bekerja sama dengan pihak swasta, door to door mendatangi langsung panti-panti, mendorong keterlibatan aparat desa/kelurahan untuk menyusun daftar vaksinasi supaya lebih dekat ke lansia," papar Siti Nadia dalam konferensi pers virtual, Jumat (30/4/2021).
Bahkan, upaya lain yang sudah dilakukan Kemenkes adalah membolehkan para lansia mendapatkan vaksin Covid-19 tanpa melihat lokasi atau domisili tempat tinggalnya.
"Kami pun sekarang memperbolehkan lansia divaksin dimana pun karena tidak ada aturan sesuai KTP untuk mendapatkan vaksin bagi para lansia," tambah Siti Nadia.