18 Juta Lebih Kasus Covid-19 di India, Jenazah Sampai Dikremasi di Tempat Parkir

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Jum'at 30 April 2021 09:24 WIB
Kremasi jenazah pasien covid-19 di India. (Foto: Reuters)
Share :

Militer India mulai memprioritaskan ketersediaan oksigen untuk negaranya, termasuk membuka fasilitas perawatan kesehatan bagi warga sipil. Krisis oksigen diperkirakan mereda pada pertengahan Mei, kata seorang eksekutif industri kepada Reuters.

"Harapan saya adalah pada pertengahan Mei, India akan memiliki infrastruktur transportasi yang memungkinkan kami melayani permintaan ini di seluruh negeri," kata Moloy Banerjee dari Linde Plc (LIN.N), produsen oksigen terbesar di India.

Baca juga: Belajar dari Kasus di India, Ini 4 Langkah Indonesia Cegah Masuknya Mutasi Covid-19 

Upaya terkini adalah hotel dan gerbong kereta api kini diubah menjadi fasilitas perawatan kritis untuk menutupi kekurangan tempat tidur rumah sakit. Pemerintah India pun kini membuka pendaftaran vaksinasi covid-19 untuk semua warga berusia di atas 18 tahun sebagai upaya mencegah persebaran lebih banyak.

Namun, banyak yang mencoba daftar dan akhirnya gagal, salah satunya karena tidak tersedianya stok vaksin 800 juta yang diharapkan. Mereka yang tidak bisa daftar pun mengeluh di media sosial.

Baca juga: Hotel Bintang 5 untuk Kalangan Atas saat Tsunami Covid-19 Tuai Kontroversi di India 

"Bahkan, masuk ke situsnya saja tidak bisa," ungkap salah satu pengguna media sosial.

"Sampai saat ini sudah ada 8 juta yang mendaftar, tapi tidak jelas apakah semuanya mendapat slot vaksin," jelas pihak pemerintah.

(Hantoro)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya