Tim Pemburu Harta Karun Kejar Emas Hitler Senilai Rp13 Triliun di Polandia

Mila Widya Ningrum, Jurnalis
Jum'at 30 April 2021 10:01 WIB
Istana di Minkowskie. (Foto: Supplied)
Share :

PEMBURU harta karun berharap bisa menggali 48 peti emas tersembunyi Adolf Hitler senilai sekira USD900 juta atau Rp13 triliun, di sebuah Istana Polandia yang dulu digunakan sebagai tempat prostitusi oleh antek SS-nya.

Minggu depan, tim pemburu harta karun akan memulai penggalian di istana abad ke-18 di Desa Minkowskie di Polandia Selatan dan berharap dapat menemukan 10 ton emas dan kekayaan lainnya.

Barang curian itu dicuri menjelang akhir Perang Dunia II di bawah instruksi bos SS Heinrich Himmler, untuk mendanai penciptaan Reich Keempat.

Baca Juga: Pramugari Bongkar 8 Rahasia di Pesawat, Penumpang Bisa Untung Loh

 

(Foto: News Corp Australia)

Melansir dari News.com.au, Jumat (30/4/2021), diyakini terdiri dari perhiasan dan harta benda yang berharga oleh elit Jerman yang tinggal di daerah tersebut dan memberikan Nazi barang-barang berharga mereka untuk menghindari direbut oleh Tentara Merah Rusia yang maju.

Emas Breslau yang menghilang dari markas polisi di Kota Polandia Wroclaw, juga diyakini menjadi salah satu harta yang tersembunyi.

Setelah menjelajahi dokumen rahasia, buku harian petugas SS, dan peta yang mereka terima dari keturunan perwira yang sering mengunjungi penginapan rahasia yang berusia lebih dari 1000 tahun itu, para pemburu harta karun pun segera menentukan lokasi.

Buku harian yang ditemukan, diyakini telah ditulis oleh Perwira SS berpangkat tinggi dengan nama alias Michaelis, tampaknya menjadi kunci dari harta rampasan yang terkubur. Sebuah entri dengan tulisan pensil dari 12 Maret 1945, membahas tentang barang yang di simpan di istana Minkowskie.

Dalam buku harian itu dituliskan, “Sebuah palung telah digali di taman jeruk, yang merupakan 'rumah' yang aman untuk peti dan kontainer yang dikirimkan. 48 peti dari Reichsbank dalam kondisi baik, tersembunyi, sangat tertutup tanah dan 'dihijaukan' dengan tanaman yang masih hidup.”

Memoar yang menunjukkan peta harta karun itu, telah dibuktikan kebenarannya, karena sebelumnya juga mengungkapkan lokasi istana lain di wilayah itu tahun lalu di mana 28 ton barang berharga diyakini terkubur di dasar sumur.

Tetapi tim Silesian Bridge telah memilih untuk menggali rumah Minkowskie karena barang yang dikubur itu lebih mudah diakses. Di antara dokumen indikatif lainnya ada surat dari seorang perwira senior SS bernama Von Stein, yang ditulis untuk seorang wanita yang bekerja di istana yang kemudian menjadi kekasihnya.

“Beberapa orang ikut menyembunyikan barang berharga di Minkowskie. Salah satunya adalah seorang perwira bernama von Stein,” kata kepala yayasan Jembatan Silesia, Roman Furmaniak, mengatakan kepada MailOnline.

“Dia dulu tinggal di istana karena dia punya kekasih di sana. Karena lokasinya, tempat ini sering dikunjungi oleh perwira SS berpangkat tinggi yang memperlakukannya seperti tempat prostitusi. ”

Dia meyakinkan Inge untuk mengawasi harta karun itu, yang dengan senang hati menurutinya karena "dia jatuh cinta dengan petugas tampan berseragam SS hitam.” lanjut Roman Furmaniak.

Wilayah itu akhirnya berada di bawah kendali Rusia pada akhir perang, yang menggulingkan pemukim Jerman di tengah kembalinya orang Polandia yang berlindung di Ukraina Barat kembali.

Inge menyesuaikan penampilan dan identitasnya untuk menyembunyikan dirinya di antara populasi baru, bahkan menikahi pria lokal, sambil mengawasi harta karun itu hingga kematiannya 60 tahun kemudian.

(Dewi Kurniasari)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya