Dokter Erlina menyebutkan, ada 3 kelompok varian baru yang menjadi perhatian khusus. Apa saja?
1. B117, pertama kali ditemukan di Inggris. Varian ini lebih mudah menular, namun untuk keparahan masih diteliti. B117 juga ditemukan di Indonesia dari Maret dan datangnya dari pekerja dari luar negeri.
2. B1351, pertama kali ditemukan di Frika Selatan. Sama dengan B117, B1351 ini yang menjadi perhatian adalah kemampuan untuk menularnya lebih tinggi dan menurunkan efikesi atau efektivitas dari vaksin Covid-19.
3. B1, pertama kali terdeteksi di Brazil. Transmisinya mudah dan tinggi, juga bisa menurunkan efikesi dari vaksin. Selain meningkatkan penularan, juga meningkatkan keparahan karena pasien perlu perawatan.
4. E48K, ditemukan di Afrika Selatan dan terjadi mutasi di protein s. Virus ini dapat menurunkan efektivitas antibodi.
5. N493, terjadi di protein s dan pengaruhnya bisa berefek terhadap keberhasilan vaksin
Diingatkan Dokter Erlina, adanya mutasi virus ini, masyarakat tak perlu heboh. Namun pemerintah juga harus transparan.
"Mutasi jangan ditutupi dan edukasi dan dampaknya ke masyarakat. Kita upayakan preventif untuk mengurangi transmisi yakni 5M (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan membatasi mobilisiasi) dan meningkatkan imunitas walau sudah divaksinasi," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)