Pesona Tri Sakti, Air Terjun Tertinggi di Bengkulu

Antara, Jurnalis
Rabu 28 April 2021 08:00 WIB
Air terjun Tri Sakti di Desa Belitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi, Rejang Lebong, Bengkulu (Antara/Nur Muhamad)
Share :

Para pengunjung yang akan mengunjungi Air Terjun Tri Sakti, akan dimanjakan dengan layanan antar jemput ke lokasi wisata yang berjarak sekitar 2 KM dari desa menggunakan sepeda motor yang sudah dimofikasi, mengingat jalur yang dilewati masih berbentuk tanah dan bebatuan serta tebing terjal. Namun pengunjung tidak perlau takut karena pengemudinya sudah handal dan menguasai medan.

Selain itu, mereka ini nantinya juga bisa menikmati permainan canyoning yakni turun dari atas air terjun hingga ke dasar dengan ketinggian 84 meter dengan menggunakan peralatan panjat tebing. Para pengunjung ini akan dipandu tenaga ahli sehingga bisa menuruni air terjun.

"Pengunjung yang membeli paket ini juga bisa melihat aktivitas pengolahan air nira hingga menjadi gula aren, mereka ini akan melihat proses penyadapan hingga memasaknya. Pengunjung ini bisa menikmati langsung air nira yang disadap dari batangnya," urai Soleh.

Paket wisata yang disiapkan BUMDes Belirang tersebut merupakan konsep pengelolaan wisata modern yang mereka dapatkan saat mengikuti pelatihan desa wisata oleh Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) berupa pelatihan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) pada akhir 2020 lalu.

Dia menjelaskan, Desa Belitar Seberang itu sendiri sudah ditetapkan sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Rejang Lebong pada awal 2021 lalu dan mulai sekarang mendapatkan penyertaan modal melalui BUMDes setempat sebesar Rp25 juta.

"Penyertaan modal dari dana desa yang kami terima ini dialokasikan untuk pembuatan gazebo, mushola, WC dan kantin. Kita juga masih mencoba mengajukan bantuan untuk pengembangan obyek wisata Air Tejun Tri Sakti ke pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar dilakukan pengembangan," ujar Soleh.

 

Perhatian pemerintah ini, kata dia, sangat penting karena jika hanya mengandalkan dana desa maka sulit dilaksanakan mengingat anggarannya terbatas dan anggaran yang dibutuhkan cukup besar terutama pembangunan jalan menuju lokasi dari desa mereka sekitar 2 KM.

Jalanan menuju ke lokasi wisata itu saat ini masih berbentuk jalanan tanah dan bebatuan menyusuri tebing, sehingga jika turun hujan sulit dilalui, di mana jika ditempuh dengan menggunakan sepeda motor yang telah dimodifikasi sekitar 30 menit dan jika berjalan kaki sekitar 1 jam perjalanan.

Desa Wisata

Dilain tempat Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Rejang Lebong, Upik Zumratul Aini menyebutkan pemerintah daerah setempat sejak 2018-2020 lalu telah membentuk membentuk 19 desa wisata tersebar dalam 15 kecamatan.

"Pada tahun 2018 dan 2019 kita membentuk 14 desa wisata dan tahun 2020 kembali dibentuk lima desa sehingga jumlahnya sebanyak 19 desa. Desa wisata yang dibentuk ini sebagian telah berkembang seiring dengan adanya pembiayaan pengelolaan potensi wisata melalui BUMDes masing-masing desa," kata dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya