"Kami pun mengimbau agar masyarakat Indonesia sabar, bisa menahan diri untuk tidak mudik Lebaran 2021. Ini harus dilakukan untuk menjaga diri sendiri, keluarga, dan bangsa Indonesia dari Covid-19," tambah dia.
Berkaca dari kejadian sebelum-sebelumnya, usai libur panjang kasus Covid-19 selalu meningkat, diikuti dengan jumlah pasien di rumah sakit yang meningkat dan angka kematian yang tinggi. "Termasuk di dalamnya para dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang gugur," singkatnya.
Nah, solusi yang coba ditawarkan pemerintah agar masyarakat tetap di rumah saja dan tidak mudik adalah memastikan ketersediaan fasilitas komunikasi yang baik. Artinya, bagi wilayah dengan akses komunikasi yang buruk, segera mendapat layanan sehingga momen Lebaran tetap dapat diraskaan semua masyarakat Indonesia.
"Silaturahmi virtual adalah salah satu upaya solusi di Lebaran 2021. Karena itu, mohon berkenan posko-posko di wilayah bisa memberikan kesempatan fasilitas tersebut ke masyarakat yang masih sulit aksesnya," terang Doni Monardo.
(Dyah Ratna Meta Novia)