KABUPATEN Gresik, Jawa Timur menyimpan beragam jejak sejarah penyebaran Islam, di antaranya Masjid Pasucinan peninggalan Syeikh Maulana Malik ibrahim atau Sunan Gresik. Ini diyakini merupakan bangunan masjid tertua di Pulau Jawa.
Baca juga: 7 Masjid Unik di Indonesia, Pas Buat Ngabuburit Sambil Wisata Religi
Masjid Pesucinan terletak di kawasan pesisir utara Gresik, tepatnya di Desa Leran, Kecamatan Manyar, sekitar 9 kilometer dari Kota Gresik. Kini jadi salah satu objek wisata religi di Gresik.
Masjid ini dibangun oleh Syeikh Maulana Malik Ibrahim pada masa Pemerintahan Kerajaan Majapahit sekitar 1404 Masehi, sebagai tonggak sejarah penyebaran Islam di Pulau Jawa.
"Ini masjid tertua peninggalan Syeikh Maulana Malik Ibrahim," kata Muhammad Mushollin, Ketua Takmir Masjid Syech Maulana Malik Ibrahim, Minggu (25/4/2021).
Baca juga: Masjid Berbentuk Kakbah di Subang, Wisata Religi Obat Rindu Tanah Suci
Selain pusat penyebaran dakwah Islam, masjid ini juga menjadi lembaga pendidikan warga sekitar yang waktu itu mayoritas masih beragama Hindu-Buddha.
Meski berulang kali direnovasi, tapi takmir masjid masih mempertahankan sejumlah jejak sejarah Masjid Pesucinan, di antaranya kolam tempat wudhu, tonggak batu tembatan perahu, cungkup, dan mimbar masjid.
Muhammad Mushollin mengatakan, nama Pasucinan yang ditabalkan pada masjid ini berasal dari kolam wudhu di dalam masjid yang berukuran 2 x 2 meter yang hingga kini masih terjaga kelestarianyannya.
Selain untuk berwudhu, kolam tersebut juga sebagai sarana meyucikan diri bagi warga yang masuk Islam, sehingga masyarakat sekitar menyebutnya Masjid Pesucinan.
Masjid bersejarah ini sebenarnya masih menyimpan jejak sejarah lain, yakni bedug ,tapi Pemkab Gresik telah memindahkannya ke Museum Sunan Giri di Kompleks Pemakaman Syeikh Maulana Malik Ibrahim di Desa Gapura, Kecamatan Kota, Gresik.
(Salman Mardira)