Sesampainya di ruangan kerja, ia bertanya kepada rekan nya apakah ada ruangan lain yang bisa digunakan untuk sholat. Rekannya pun bertanya mengapa dirinya tidak sholat di ruangan P3K.
Fanny pun menceritakan tentang orang yang sedang tidur di ruangan tersebut. Temannya bingung dan memutuskan untuk mengantarnya ke ruangan P3K tersebut.
“Saya tidak menjawab apapun dan mengikutinya kembali ke ruangan P3K. Sesampainya di sana, dia membuka pintu lalu menyalakan lampunya. Trinngg, tidak ada siapapun di ruangan tersebut, saya kaget. Saya tengok ke kasur, seprei nya masih rapih pun dengan selimutnya masih terlipat rapi tidak seperti bekas ada orang yang tidur disitu sebelumnya,” ungkapnya.
Ia shock dan berkata kepada temannya bahwa ia melihat ada seseorang yang tidur di kasur tersebut. Rekannya hanya tersenyum dan menduga bahwa Muhammad Fanny hanya salah lihat.
Karena tidak ada apa-apa, rekannya kemudian pergi meninggalkan dirinya sendirian dan menutup pintu dari luar.
“Saya coba raba permukaan kasur tersebut, dingin seperti tidak ada bekas orang tidur sebelumnya. Dan bulu kuduk saya berdiri,” ungkapnya.
Akhirnya ia mencoba coba rileks dan mengambil air wudhu dari wastafel. Lalu ia tetap melaksanakan sholat meskipun bulu kuduknya masih merinding.
“Syukurlah, setelah kejadian itu saya tidak pernah melihatnya lagi selama 2 bulan saya di Jepang dan sholat setiap hari di ruangan tersebut. Tapi pengalaman itu benar-benar tidak terlupakan,” pungkasnya.
(Dewi Kurniasari)