Kearifan lokal Suku Tengger
Suku Tengger merupakan keturunan dari kerajaan Majapahit, pada umumnya masyarakat nya memeluk agama Hindu, hingga kini suku Tengger hidup dengan mempertahankan adat dan tradisinya sendiri serta tidak terpengaruh modernisasi zaman, dalam rangkaian petualangan kali ini, team Journey akan mengunjungi suku Tengger tepatnya di desa Ngadas Kabupaten Malang.
Setelah 2 hari menginap di kota Malang, Tepat pada hari Kamis Legi tanggal 8 April 2021, pukul 09.00 wib team Journey melanjutkan perjalanan menuju desa Ngadas tempat bermukim suku Tengger, di mana perjalanan harus ditempuh melewati lereng berliku pengunungan Semeru dengan jarak tempuh kurang lebih 1,5 jam perjalanan dari kota Malang dengan ruas jalan sempit berkelok dan hanya mampu ditempuh dengan ukuran mobil sedang atau kecil, mengetahui kondisi medan tersebut seluruh team Jouney harus berpindah moda transportasi dari Bus besar berpindah ke mobil kecil dengan total rombongan 7 unit mobil.
Setiba di desa Ngadas, team Journey diterima oleh tetua adat dan disambut meriah dengan berbagai kegiatan tradisi dan jamuan makan yang syarat dengan adat istiadat suku Tengger, banyak hal yang ditemukan selama kunjungan dilakukan dan tentunya banyak kekuatan magis penuh misteri menjadi bagian dalam rangkaian kunjungan ini, mulai dari mengunjungi tempat keramat hingga tempat yang dianggap sakral bagi suku Tengger.
Tragedi perjalanan Journey
Hari mulai surut berpindah menuju sore dan waktu telah menunjukkan pukul 16.30 wib, menurut penanggalan Jawa waktu telah memasuki malam Jumat Kliwon, dan seluruh team Journey memutuskan untuk pamit meninggalkan desa Ngadas dan pulang menuju kota Malang untuk bermalam yang kemudian esok hari seluruh team berencana melanjutkan petualangan menuju pengunungan Bromo sebagi destinasi terakhir dari rangkaian Journey.
Namun nahas di tengah perjalanan pulang tepat pada pukul 17.30 wib, salah satu mobil yang dikendarai team Journey mengalami kecelakaan masuk jurang dengan kedalaman 60 meter di tanjakan Coban Bidadari, wilayah Ponco Kusumo.
Diketahui banyak faktor penyebab kecelakaan ini dapat terjadi, selain rem blong, kondisi jalan yang menikung tajam dan licin karena guyuran sehabis hujan mejadi turut andil penyebab targedi ini terjadi hingga mobil terbang masuk jurang dan mobil ringsek parah.
Yang menjadi keajaiban seluruh korban selamat dari maut, total jumlah korban kecelakaan berjumlah 4 crew dan 1 driver mobil dapat dievakuasi dengan selamat dan di larikan ke Rumah Sakit, kondisi korban saat itu mangalami memar fisik dan trauma, kondisi trauma psikis tak hanya dirasakan oleh korban kecelakaan namun juga dirasakan oleh team yang selamat yang menjadi saksi kejadian tragedi penuh misteri ini.