"Akibatnya anak tersebut bisa mengalami perburukan atau hanya mengalami gejala ringan. Sebaliknya jika anak itu sudah terinfeksi, mereka bisa menularkan ke orang lain maupun orang dewasa lainnya," terang dr Nastiti saat dihubungi MNC Portal, Kamis (22/4/2021).
Baca juga: Jangan Pernah Berbohong ketika Anak Menangis, Ketahui Bahayanya
Lebih lanjut ia melanjutkan, dalam tren klaster keluarga yang muncul saat ini, anak-anak lebih dahulu terinfeksi covid-19 dan menularkan ke orang-orang yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, para orangtua diminta lebih waspada dan berhati-hati dalam mengurus anaknya.
"Misalkan anak tersebut dirawat oleh caregiver, kemudian tertular dan menulari ibunya. Atau, ketika sudah beraktivitas di luar rumah, anak tertular saat beraktivitas dan menularkan orang lain," tuntasnya.
(Hantoro)