3. Pastikan mengonsumsi nutrisi seimbang
Saat sahur dan buka puasa nutrisi tetap seimbang. Perlu perhatikan dari asupan kalori, vitamin dan karbohidrat.
Karena sebenernya pada saat puasa tubuh kita butuh kalori sama, kebutuhan 2.150 kkal. Jumlah ini sama dan harus dipenuhi saat puasa.
Bedanya saat puasa jam makan saja yang berubah, yakni sahur dan buka. Namun pastikan ada protein karbohidrat, vitamin mineral dan cairan, serta lemak sehat. Caranya adalah:
- Pastikan tersedia protein
Protein bisa memberikan membantu rasa kenyang lebih lama. Cepat diubah menjadi energi.
"Buat yang cukup banyak makan protein itu rasa kenyang lebih panjang. Berarti harus tersedia, saat sahur misalnya harus ayam, telor, daging, tempe, ikan," ujarnya.
- Tambah Karbohidrat
Kalau sahur bisa memilih yang gliekmik indeks rendah. Makanan tersebut akan dicerna lebih lama oleh tubuh. Kalau diproses lebih lama, akhirnya makanan tersebut berubah jadi sumber energi,
"Badan kita punya ketersediaan energi lebih panjang, misal buah sayur, makan oat, nasi merah, kacang-kacangan."
"Makan nasi putih boleh, sayurnya dibanyakin," lanjutnya.
- Cukup hidrasi
Jika tubuh terhidrasi cukup untuk menjaga metabolisme. Selain dari minum, bisa dapat cairan dari sayuran dan buah. Anjuran sendiri kecukupan 2 liter sehari. Bisa dibagi-bagi, 70-80 persen dari minuman dan 20 persen dari makanan.
"Bisa makan nanas, jeruk, mentimun. Lalu sayur berkuah untuk menyumbang cairan tubuh kita," kata Ari.
- Makan kurma
Saat buka puasa tiba, gimana agar tubuh kembali pulih, yakni pilih makanan yang mengembalikan tenaga, identik dengan kurma. Karena cepat dicerna tubuh kita untuk mengembalikan energi.
Selain itu, kurma mengandung mineral yang baik untuk tubuh. Tapi misal tak ada kurma, tapi pakai buah segar boleh saja.
(Martin Bagya Kertiyasa)