Sementara itu Ketua Program studi Sastra Jepang Oslan Amril mengatakan kegiatan pemberdayaan ini sebagai bentuk aplikasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat bagi dosen dan mahasiswa.
“Di samping itu ini juga implementasi dari program merdeka belajar kampus merdeka," kata dia.
Mahasiswa harus dilatih agar aktif bermasyarakat dan kuliah tidak hanya di ruang kelas saja, kegiatan pengabdian kepada masyarakat di alam terbuka ini pun dapat mengajarkan banyak hal.
Ia menjelaskan kurikulum Sastra Jepang Universitas Bung Hatta telah dirancang sedemikian rupa agar melahirkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja atau membangun usaha secara mandiri.
Untuk sektor kepariwisataan pun, mahasiswa telah dibekali dengan mata kuliah terkait. Bahkan Universitas Bung Hatta menjadi lokasi Ujian Kemampuan Bahasa Jepang untuk wilayah Sumatera Bagian Tengah.
“Tentunya dengan pemberdayaan ini dapat menarik perhatian wisatawan lebih luas dan untuk menarik minat masyarakat sekitar lokasi air terjun dan wisatawan yang berkunjung untuk mengenai kelebihan belajar dan berkarir dengan bahasa Jepang,” katanya.
(Salman Mardira)