Saat sahur sebaiknya mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, kentang, jagung, gandum karena akan dicerna lebih lambat sehingga dapat membuat diabetesi merasa kenyang lebih lama dan dapat menjaga gula darah lebih stabil.
"Konsumsi karbohidrat kompleks ini harus disertai sumber protein rendah lemak seperti ikan, ayam, putih telur, tahu, tempe dengan porsi 1–2 potong sedang, serta sayur dan buah dalam jumlah 1–2 porsi," jelasnya.
Baca juga: 5 Manfaat Menurunkan Berat Badan bagi Penderita Diabetes Tipe 2
Dia mengingatkan pasien diabetes boleh berpuasa selama kurang lebih 14 jam sehari tidak mengganggu kesehatannya asalkan kadar gula darah terkontrol yakni 80–126 mg/dl saat puasa dan 80–180 mg/dl dua jam setelah makan.
Kemudian pasien tidak menggunakan suntikan insulin lebih dari dua kali sehari, faal hati dan ginjal baik, tidak ada gangguan pembuluh darah otak yang berat, tak ada kelainan pembuluh darah jantung, cadangan lemak tubuh cukup, tidak ada kelainan hormonal lain dan demam tinggi.
Sebaliknya, pasien diabetes sebaiknya tidak berpuasa diabetes tipe 1-nya sulit terkendali, menggunakan suntikan insulin lebih dari dua kali sehari, gula darah tidak terkendali, pernah mengalami koma ketoasidosis, hamil dan berusia lanjut yang diperkirakan sulit memahami komplikasi-komplikasi yang mungkin timbul.
Baca juga: 5 Bahan Pengganti Gula, Yuk Beralih Sebelum Diabetes
Selain itu, pasien yang pernah lebih dari dua kali mengalami episode hipoglikemia, hiperglikemia selama Ramadhan dan riwayat penyakit lain yang berat seperti jantung, ginjal, lever, serta darah tinggi.
"Pasien yang tidak terkontrol bila berpuasa bisa menimbulkan komplikasi berat seperti hipoglikemi, hiperglikemi, ketoasidosis diabetik, dehidrasi dan trombosis," pungkasnya.
(Hantoro)