Ada beberapa catatan penting dari kasus pembekuan darah vaksin J&J ini yakni, terjadinya blood clots pasca disuntik vaksin adalah kasus yang sangat langka terjadi.
Hingga saat ini, diketahui ada enam kasus yang dilaporkan dari hampir 7 juta dosis vaksin yang telah didistribusikan dan telah terjadi dalam waktu 13 hari setelah vaksinasi.
Secara harfiah, resiko terjadinya pembekuan darah seperti disebutkan pakar penyakit menular, Amesh Adalja karena infeksi Covid-19 masih jauh lebih tinggi dibandingkan karena divaksin.
“Ingat saja bahwa Covid-19 menyebabkan pembekuan darah dan Covid-19 menyebabkan pembekuan darah pada tingkat yang lebih tinggi daripada vaksin,” kata Amesh.
Para ahli menekankan bahwa vaksin sangat vital untuk mengendalikan situasi pandemi Covid-19 ini. Adanya jeda distrubusi vaksin, juga dimaksudnya untuk menginformasikan pada penyedia layanan kesehatan tentang cara mengenali, menangani dan melaporkan masalah tersebut. Jadi, disarankan jangan sampai hal ini jadi penghalang Anda untuk bisa disegera divaksin Covid-19.
(Dyah Ratna Meta Novia)