Ia mengatakan, walaupun terjadi peningkatan dibanding penerapan PTKM seminggu sebelumnya, namun destinasi wisata sudah siap dan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 di antaranya menyediakan sarana protokol kesehatan seperti thermogun, wastafel cuci tangan dan sabun cuci tangan, hand sanitizer, papan imbauan dan mengingatkan untuk selalu memakai masker dan menjaga jarak.
"Pelaksanaan prokes/SOP pada pelaksanaan operasional terbatas secara umum dilaksanakan dengan baik oleh pengelola destinasi," katanya.
Menurut dia, pihak manajemen atau kelompok masyarakat yang mengelola destinasi-destinasi di wilayah Sleman rata-rata sudah menyadari pentingnya konsistensi pelaksanaan prokes yang tidak hanya untuk melindungi wisatawan tetapi juga untuk melindungi karyawan/operator dan juga lingkunganya.
"Kami terus mengimbau pelaku pariwisata maupun usaha jasa pariwisata (UJP) untuk selalu mematuhi jam operasional dan melaksanakan prokes dengan baik dan konsisten," katanya.
Dari kegiatan monitoring dari Dinas Pariwisata maupun dari Tim Satgas COVID-19 akan menindak tegas menutup UJP maupun destinasi yang tidak mematuhi ketentuan sesuai instruksi bupati.
(Salman Mardira)