Saat ini, wisatawan sudah sangat siap untuk bepergian, sehingga kolaborasi publik-swasta menjadi penentu saat dunia bergerak menuju pemulihan berkelanjutan untuk industri perjalanan dan pariwisata, pilar penting di Asia Pasifik yang berkontribusi 10 persen dari PDB APAC pada tahun 2019.
Perjalanan internasional akan menghadapi kenyataan baru dengan langkah-langkah terintegrasi untuk memfasilitasi perjalanan yang aman dan bertanggung jawab, mulai dari rapid test, sertifikat kesehatan, paspor vaksin COVID-19 dan lainnya. Karantina adalah tindakan penting lainnya, seperti yang dilakukan pemerintah Thailand dan Hong Kong yang mencari cara agar wisatawan menerima karantina, yaitu bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk membantu dengan solusi teknologi.
Sebagai negara pertama yang menerapkan ASQ, Kementerian Kesehatan Thailand bekerja sama dengan Agoda untuk memanfaatkan solusi teknologi platform perjalanan yang memungkinkan warga negara dan penduduk Thailand memilih langsung akomodasi dari platform perjalanan. Langkah Thailand untuk membuka kembali perbatasan bagi turis internasional pada bulan Juli ini, platform ASQ menawarkan fleksibilitas kepada wisatawan mengenai pilihan akomodasi dan variabel lain seperti masa tinggal.
“Kami melihat harapan saat negara-negara mengumumkan pembukaan kembali perbatasan melalui inisiatif Taiwan-Palau atau travel bubbles Australia– Singapura yang potensial. Dengan semakin banyak negara yang menjajaki koridor perjalanan (travel corridors), akomodasi ASQ menyediakan solusi bagi turis internasional untuk bepergian, yang memungkinkan mereka memilih akomodasi untuk karantina yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Kami bekerja sama dengan pemerintah setempat dan mitra akomodasi untuk mengidentifikasi solusi berbasis teknologi untuk memacu dan mendorong kebangkitan ekonomi pariwisata lokal,’ kata John.
(Salman Mardira)