Laman Healtline mencatat faktor penyebab lainnya juga bisa karena kondisi yang menyebabkan sering muntah, termasuk gastroparesis dan bulimia, yang dapat menyebabkan asam mengikis enamel gigi.
Resesi gusi bisa juga membuat bagian gigi terbuka dan tidak terlindungi. Kemudian kerusakan gigi, gigi patah, hingga mahkota yang aus dapat menyebabkan dentin gigi terbuka, menyebabkan sensitivitas.
Baca juga: Perawatan Gigi Penting saat Pandemi Covid-19, Ini Alasannya
Pada gigi mengalami proses demineralisasi, pori-pori atau dinamakan tubulus dentin yang biasanya tertutup menjadi terekspos. Pori-pori ini terhubung dengan saraf-saraf pada gigi. Jadi, apabila ada tekanan atau pemicu seperti makanan yang panas atau dingin maka akan menimbulkan rasa nyeri tajam atau ngilu yang dikenal sebagai gigi sensitif.
Angka kejadian gigi sensitif di Indonesia sendiri merujuk pada studi IPSOS 2018 terjadi pada 1 dari 5 orang.
(Hantoro)