Pihaknya pun kini tengah melakukan pemutakhiran data guna memetakan kawasan wisata menjadi empat kategori, yakni customized, personalized, localized dan smaller in size.
"Desa wisata Lerep ini nanti akan ada program-program pendampingan. SDM-nya bagaimana bisa lakukan paket wisata agro melalui travel keteng," jelas Sandiaga Uno.
"Kita juga bisa melihat bagaimana penggunaan media sosial untuk menangkap minat dari masyarakat yang sekarang melakukan perjalanan wisata itu lebih customized, personalized, localized dan smaller in size," paparnya.
Peningkatan SDM ditambahkan Ganjar Pranowo akan dilakukan bersamaan dengan perbaikan infrastruktur kawasan.
Dirinya pun berencana akan membangun jaringan bus yang terintegrasi dari tengah kota menuju setiap desa wisata di Jawa Tengah.
Tujuannya agar desa wisata yang lokasinya terpencil, seperti Desa Wisata Lerep dapat diakses dengan mudah oleh para wisatawan.
"Dihadirkan suttle bus, sangat mungkin dilakukan dan itu bisa menjadi unit usaha yang bisa dibikin, maka di luar nanti ada terminalnya, arahan Pak Menteri tadi, mereka berhenti seperti airport gitu kan, terus kemudian ada shutlle-nya," jelas ganjar Pranowo.
"Bukan tidak mungkin, karena itu bisa dilakukan. Kita punya Perda kok, untuk setiap Bumdes bisa dapet Rp 1 miliar dan di sini sudah bisa dapet, dan tingkat keterpencilan itu bukan masalah kalau indah, kalau menarik, dan itu pasti akan dicari, tinggal kita memperbaiki infrastruktur," tutupnya.
(Salman Mardira)