SEPERTI diketahui bahwa covid-19 telah mengubah kehidupan masyarakat dunia. Belum lagi informasi yang dibahas setiap hari menjadi sulit untuk mengalihkan fokus ke masalah kesehatan lain yang juga cukup berisiko.
Salah satu masalah kesehatan tersebut adalah alergi rinitis. Alergi rinitis dapat diartikan sebagai penyakit pernapasan kronis yang disebabkan iritasi dan peradangan pada selaput yang melapisi hidung. Sebab, sebagian besar gangguan pernapasan memiliki gejala yang tumpang tindih.
Baca juga: 4 Cara Cermat Mengatur Keuangan Keluarga di Masa Pandemi Covid-19
Alergi pernapasan juga memiliki gejala yang sama dengan covid-19. Ini mengakibatkan kepanikan yang salah arah di antara pasien.
Memahami faktor-faktor pembeda antara covid-19 dan alergi pernapasan akan membantu mengambil keputusan yang tepat, sehingga menghindari kepanikan.
Diagnosis yang tepat waktu serta akurat memberikan peran penting terkait pemulihan kesehatan pasien dalam rentang waktu sesingkat mungkin.
Dilansir dari laman Times of India, Selasa (30/3/2021), inilah perbedaan covid-19 dan alergi pernapasan. Wajib diketahui semua orang.
Baca juga: WHO Sebut Asal-usul Virus Corona dari Hewan Menularkan ke Manusia
1. Faktor penyebab
Covid-19 disebabkan virus dan menular, sedangkan alergi pernapasan adalah respons kekebalan yang terlalu aktif terhadap alergen pemicu, oleh karena itu tidak menular.
2. Gejalanya
Alergi pernapasan menunjukkan gejala kronis yang meliputi bersin dan mengi yang berlangsung selama beberapa minggu. Sedangkan gejala utama covid-19 adalah demam, kelelahan, batuk, dan sesak napas.
3. Tanda fisik
Alergi rinitis ditandai dengan tanda-tanda fisik mata berair dan gatal, hidung tersumbat, lesu, serta gangguan tidur.
4. Batuk
Batuk adalah gejala alergi hanya jika dikaitkan dengan asma bronkial. Sementara batuk adalah gejala umum covid-19.
5. Demam
Demam dan nyeri tubuh biasanya tidak diamati pada kasus alergi musiman. Tidak seperti kasus covid-19 di mana gejala ini biasanya terlihat.
Baca juga: Rambut Rontok Setelah Sambut Covid-19, Tanda Anda Kena Long Covid
Penting untuk dicatat bahwa meskipun alergi pernapasan mungkin tampak tidak berbahaya pada awalnya, tapi jika tidak diobati berpotensi berkembang menjadi gangguan pernapasan yang lebih kronis seperti asma, sinusitis, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan sebagainya.
Dalam kasus apabila gejala menetap, pasien disarankan berkonsultasi dengan dokter sedini mungkin untuk mendapatkan pengobatan yang akurat guna mencegah dampak jangka panjang pada kesehatan.
(Hantoro)