Bahkan, wisatawan dapat menikmati keindahan di seputaran kampung wisata ini dengan menaikin mobil klasik VW. Wisatawan akan diajak menikmati keindahan sawah pertanian yang ada di Wulenpari ini. Sesudah mengelilingi perkampungan, wisatawan kemudian diedukasi kegiatan pertanian, wisatawan akan bebas memetik sayuran yang menurut dia akan dimasaknya sesuai menu pilihannya.
Baca Juga: Cantiknya Pramugari Sherin, Siap Ajak Kamu Terbang Kemana Aja
Alat sebagai memasak pun telah disiapkan oleh pemandu wisata, wisatawan kemudian melakukan memasak dari bahan-bahan yang dipetiknya. Kuliner grill daging sapi inilah pilihannya, campuran bahan dari sawi Filipina, potongan tipis daging sapi dan pelengkap lainnya, seperti tomat dan saus kecap pedas sebagai perasa bumbunya.
Makanan siap saji yang disantap di halaman penuh rumput dan tumbuhan yang asri dengan suasana yang mendukung membuat wisatawan lebih asik menikmatinya, meskipun apapun makanannya.
Menurut Lulu Majid Shalsyabilla, wisatawan asli Yogyakarta ini, ia memilih tempat wisata Wulenpari karena tempat wisata ini lebih natural alamnya. Berbeda dengan tempat wisata atau tongkrongan warung kopi lainnya, yang biasa banyak bangunan berdiri.
"Tempat wisata ini lebih natural alamnya, beda banget," kata Lulu.
Penggagas Wulenpari Aminudin Aziz mengatakan, konsep wisata ini memang dibuatnya saat di masa pandemi, hal ini dilihat lantaran wisatawan memilih wisata yang memang benar-benar steril dan mengubah tren saat ini.
"Wisatawan bisa belajar tentang proses bertani, melalui hidroponik dan mereka dapat memanen sendiri, hingga memasak sendiri," katanya.