KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Pemprov Sumatera Utara, berkolaborasi mempercepat pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif. Dalam waktu dekat, pariwisata Danau Toba pun segera dibuka dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.
Dikatakan Menparekraf Sandiaga Uno, beragam upaya yang dilakukan tidak hanya memulihkan sektor ekonomi semata, tetapi menebar semangat kepada masyarakat. Khususnya pelaku usaha parekraf di Sumatera Utara.
Baca Juga: Resmikan Poltekpar Medan, Sandiaga Uno: Kita Benahi dan Tingkatkan SDM Parekraf
"Kita ingin menebar semangat, hampir satu tahun lebih masyarakat ini menghadapi keprihatinan, kesulitan akibat Covid-19, karena itu kita harus memupuk motivasi agar mereka bisa bangkit kembali," katanya.
Semangat yang tumbuh, diyakini Sandi, merupakan modal utama dalam menangkap peluang usaha di tengah pandemi Covid-19. Hal tersebut ditunjukkan Sandiaga Uno lewat baju yang dikenakan saat berkunjung ke Sumatera Utara.
Ya, kemeja bermotif khas Sumatera Utara itu, diungkapkannya, merupakan bukti nyata indahnya kearifan lokal yang bernilai tinggi. "Ada peluang di sektor parekraf seperti baju yang saya pakai. Ini adalah karya ekonomi kreatif Sumatera Utara yang bisa kita dukung, kuncinya adalah adaptasi terhadap teknologi."
"Jadi on boarding, mulai dari pemasarannya sampai pembayarannya," terang Sandi.
Kearifan lokal, lanjutnya, juga meliputi program pengembangan desa wisata. Lewat program tersebut, pariwisata yang inklusif, berkualitas dan berkelanjutan katanya dapat secara langsung mengembalikan perekonomian masyarakat yang tergerus sejak pandemi covid-19.
"Itu yang kita harapkan," tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyebutkan perhatian pemerintah pusat amat penting dalam mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif yang lebih baik di Sumatera Utara.
"Kehadiran Pak Menparekraf memberikan semangat untuk kita semua. Secara letak geografis Sumatera Utara memang terpotong-potong, tapi paling panjang jalannya dibandingkan 34 provinsi lainnya," ujar Edy Rahmayadi.
Edy berharap agar objek-objek wisata lainnya, selain Danau Toba, juga akan dikembangkan oleh pemerintah pusat bersama dengan pemerintah daerah.
Ia menuturkan, pariwisata unggulan di Sumatera Utara bukan hanya Danau Toba, tetapi sejumlah objek wisata lainnya. Seperti Grand Canyon, laut di Nias, dan banyak tempat-tempat wisata lainnya.
(Dewi Kurniasari)