Tahun lalu, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan meminta Kementerian Perhubungan untuk menambah panjang landasan pacu (runway) di bandara tersebut, setidaknya 1.200-2.000 meter. Hal ini diupayakan aga pesawat seperti ATR dan Bombardier bisa mendarat di sana.
Ini juga diharapkan dapat membuka akses Kualanamu-Singkil-Nias, Silangit-Singkil, Singkil-Banda Aceh, Singkil-Jakarta, dan Kualanamu-Singkil-Simelue. Menurut Menko Luhut, ini juga bisa menunjang wisata Danau Toba sebagai salah satu destinasi superprioritas, serta mengenalkan objek wisata di Singkil, termasuk Pulau Banyak.
Menanggapi hal tersebut, Kadisbudpar Aceh Jamaluddin berharap dengan terbukanya akses, bisa benar-benar mendorong potensi wisata di daerah tersebut.
"Sekarang sudah cukup ramai, namun memang kendalanya ada di akses. Dari Medan 8 jam, dari sini (Banda Aceh) 16 jam. Sekarang tengah berproses dengan Kemenhub untuk memperpanjang runway bandara di Singkil. Dan jika sudah selesai, diharapkan akan banyak turis yang datang dan mengenal Singkil," kata dia.
(Salman Mardira)