Tak hanya itu, melakukan perjalanan sendirian pun diprediksi juga akan menjadi tren berwisata dalam waktu dekat.
"Pola perjalanan juga nantinya berubah, dari yang awalnya bergerombol, lebih ke arah FIT atau free individual travelling. Atau kalau pun bersama, biasanya dengan keluarga, melakukan kegiatan road trip di satu mobil," jelas dia.
Taufik berharap, adanya gerakan baru untuk berwisata di tengah pandemi bisa mendorong tiga inti dari pariwisata, yaitu pergerakan, lama tinggal, dan terjadinya transaksi (spending) bagi pelaku UMKM di sekitar tempat wisata.
"Harapannya nanti UMKM sudah mulai menjual. Karena inti dari pariwisata adalah pertama pergerakan, kedua lama tinggal, dan yang ketiga adalah spending. UMKM yang menjual suvenir dan lainnya di sekitarnya akan terangkat," ujar Taufik.
"Intinya adalah bagaimana kita bisa melakukan pergerakan wisatawan, menggerakkan ekonomi daerah, tentunya dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan ketat, supaya jangan sampai nanti akan ada transmisi COVID-19 dan klaster baru," pungkasnya.
(Salman Mardira)