Vaksinasi Covid-19 Dinilai Lambat, Ini Penjelasan Menkes Budi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Kamis 25 Maret 2021 12:35 WIB
Vaksinasi Covid-19 (Foto: Reuters)
Share :

Pemerintah resmi memulai Program Vaksinasi Nasional, sejak 13 Januari 2021. Ini merupakan wujud pemerintah yang tanggap untuk memutus mata rantai Covid-19 di Tanah Air.

Meski demikian, banyak anggota masyarakat yang merasa program vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah berjalan lambat daripada seharusnya.

 

Menjawab hal tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, keterbatasan stok vaksin yang dimiliki Indonesia menjadi salah satu masalah terbesar yang dihadapi pemerintah. Hal ini karena vaksin Covid-19 menjadi barang penting yang dibutuhkan oleh seluruh negara di dunia selama masa pandemi.

“Pada Januari sampai akhir Februari 2021 kita hanya punya tiga juta vaksin Covid-19. Jadi kita harus atur fasenya sampai 100 ribu per hari, supaya pas 42 hari vaksinnya habis. Jadi ini guna mencegah masyarakat mengamuk karena kehabisan vaksin,” terang Menkes Budi, dalam konferensi pers, ‘Peresmian Program Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit’, Kamis (25/3/2021).

Lebih lanjut Menkes Budi menjelaskan bahwa pada Maret dan April pemerintah hanya memiliki 15 juta vaksin yang tersedia. Oleh sebab itu pemerintah memang sengaja mengatur kuantitas vaksinasi di masyarakat dengan jumlah 500 ribu suntikan per hari. Tujuannya agar vaksin tidak habis lebih cepat sebelum waktunya.

“Jadi masalah kita bukan di tenaga medis untuk penyuntikkan, tapi masalah keterbatasan vaksin yang ada. Hanya lima negara yang bisa memproduksi vaksin, dan semua negara lainnya itu rebutan untuk mendapatkan vaksin. Jadi saya meminta masyarakat untuk bersabar,” tuntasnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya