RIO de Janeiro menutup pantai terkenalnya pada hari Jumat 19 Maret lalu. Hal ini dilakukan untuk menahan lonjakan Covid-19.
Namun langkah ini dikritik oleh Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Ia mengatakan, warga yang kekurangan sinar matahari berisiko kekurangan vitamin D, kalau pantainya ditutup.
"Vitamin D adalah cara untuk mencegah virus agar tidak memengaruhi Anda secara serius. Dan dari mana Anda mendapatkan vitamin D? Dari matahari. Sungguh munafik," kata dia dilansir Okezone dari CNA.
Sementara itu, Wali Kota Rio Eduardo Paes mengatakan, situasi di kota pantai ikonik itu "sangat kritis", dan mendesak penduduk untuk tinggal di rumah untuk memperlambat penyebaran virus.
Covid-19 sedang berkecamuk di Brasil, di mana unit perawatan intensif lebih dari 80 persen penuh di 25 dari 27 negara bagian.
Di Rio, kasusnya mencapai 95 persen. Brasil mencatat hari paling mematikan kedua dari pandemi pada Jumat, dengan 2.815 kematian dalam 24 jam dan rekor 90.500 kasus.
Tetapi Bolsonaro, yang mencela tindakan tinggal di rumah dan memakai masker, melanjutkan kampanyenya untuk menjaga ekonomi tetap terbuka sepenuhnya.
Sebelumnya, kota ini juga menutup pantainya setahun yang lalu selama gelombang pertama Covid-19, dengan hasil yang terbatas.
Kota ini telah membuka kembali sepenuhnya pantainya pada November, tepat sebelum musim panas di belahan bumi selatan. Saat dibuka, pantai-pantai legendaris seperti Copacabana dan Ipanema dipenuhi wisatawan.
(Dewi Kurniasari)