ANGGOTA Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Syamsul Arifin berpendapat, wisata luar ruangan atau outdoor saat ini bisa menjadi pilihan destinasi yang aman di tengah pandemi Covid-19 yang belum kunjung sirna. Wisata alam dinilai tepat untuk mengurangi risiko penularan Covid-19.
"Disarankan untuk memilih lokasi hiburan di zona hijau yang relatif lebih aman. Sangat dianjurkan juga memilih destinasi ke tempat terbuka seperti pantai atau wisata pegunungan hingga bermacam tempat rekreasi keluarga di alam terbuka lainnya," kata dia.
Ia menjelaskan, tempat terbuka memiliki risiko penularan virus corona lebih rendah ketimbang tempat tertutup. Sebab, ruangan tertutup tidak masuk cahaya matahari dan sirkulasi udara tidak sebagus di tempat terbuka.
Baca juga: Sandiaga Uno Tambah Dana Hibah Pariwisata Tahun Ini Jadi Rp3,7 Triliun
"Tempat terbuka menjadi pilihan yang aman untuk wisata mengingat Covid-19 terutama menyebar dari orang ke orang yang saling kontak dekat, dalam jarak sekitar dua meter," terangnya.
(Foto: Instagram/@ichaa0400)
Virus lanjut Syamsul, menyebar melalui tetesan pernapasan yang dilepaskan ke udara saat berbicara, batuk, berbicara, bernapas, atau bersin.
Dalam beberapa situasi, terutama di ruang tertutup dengan ventilasi yang buruk, Covid-19 dapat menyebar ketika seseorang terpapar tetesan kecil atau aerosol yang tetap di udara selama beberapa menit hingga berjam-jam.
"Saat kita berada di luar, udara segar terus bergerak sehingga cenderung tidak cukup menghirup tetesan pernapasan yang mengandung virus yang menyebabkan Covid-19," ucap Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran ULM itu.