Cegah Perkawinan Anak, Menkes Budi Beberkan Risiko Kesehatan

Wilda Fajriah, Jurnalis
Kamis 18 Maret 2021 14:07 WIB
Menkes Budi Gunadi (Foto: Setpress)
Share :

Perkawinan atau pernikahan adalah peristiwa penting dalam hidup manusia yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, sosial, dan finansial agar suami dan istri dapat menjalani kehidupan rumah tangga yang baik.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, untuk menciptakan kesiapan fisik, mental, sosial, dan finansial, biasanya seseorang akan memperolehnya pada usia dewasa.

Sayangnya, di Indonesia, masih terdapat perkawinan anak. Padahal, perkawinan anak merupakan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM). Ini karena orangtua tidak memberi anaknya pilihan dengan melakukan perkawinan di bawah umur.

 

"Perkawinan anak merupakan pelanggaran HAM. Tidak terpenuhinya pendidikan, sosial, pemenuhan kesehatan, serta tidak membiarkan anak untuk berkembang dan meraih mimpinya," ujar Menkes Budi pada Seminar Nasional Pendewasaan Usia Perkawinan untuk Peningkatan Kualitas SDM Indonesia pada Kamis (18/3/2021).

Karena itu, Menkes Budi mengatakan, pencegahan perkawinan anak menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Selain untuk mewujudkan kesehatan yang optimal, mencegah perkawinan anak berarti mencegah si anak tersebut melahirkan anak yang kurang berkualitas.

"Kehamilan pada anak berisiko 4.5 kali lebih tinggi. Berisiko 2 kali lebih besar untuk melahirkan bayi prematur," jelasnya.

Selain itu, terdapat banyak faktor kesehatan lainnya yang akan merugikan pihak (terutama) perempuan. Seperti pada saat hamil di usia dini, panggul pun belum siap sehingga berpotensi untuk melahirkan dengan komplikasi, terkena kanker serviks, anak berisiko stunting, dan lain sebagainya.

"Di samping itu, pernikahan anak dapat menimbulkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) karena emosi yang belum matang baik dari pihak laki-laki maupun perempuan," tukasnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya