Melihat reaksi Andani yang kaget, ibu tersebut menceritakan bahwa makhluk-makhluk itulah peliharaan seorang dukun. Ia juga menyesalkan pekerjaan dukun karena menurutnya itu pekerjaan yang tidak terpuji.
Kemudian Ibu W memanggil Nyi Roro Kidul, yang konon disebut-sebut sebagai penguasa laut selatan. Ia menyebut, warga yang terkena santet itu akibat ulah dukun yang mengatasnamakan Nyi Roro Kidul. Ibu W memanggil Nyi Roro Kidul untuk bertanya, siapa dukun pelaku santet pada orang-orang tersebut.
“Ketika momen Nyi Roro Kidul datang, saat itulah saya terkesiap. Seumur-umur baru kali ini saya melihat cantiknya dia. Dengan wajah khas Timur Tengah (tak seperti pada lukisan yang banyak beredar) garis-garis wajahnya sangat lembut dan bersinar, kontras sekali dengan rambutnya yang hitam dan panjang sekali menjuntai, dengan mahkota berbatu zamrud, selendangnya hijau toska dan berbaju kuning. Bukan baju kemben khas jawa,’’ kata Andani.
Menurut Andani, tidak ada lukisan yang benar-benar bisa merepresentasikan kecantikan Nyi Roro Kidul karena ia sangat cantik. Kereta kencana yang dinaiki Nyi Roro Kidul sangat megah, bentuknya unik, dan berwarna keemasan. Kata Andini, kereta kencana tersebut tidak ditarik oleh kuda melainkan ular yang sangat besar.
“Lalu Nyi Roro Kidul masuk ke raga salah satu pasien yang ada disana. Mengucap salam pada beliau dan mereka berkomunikasi dalam bahasa Jawa yang sangat halus. Suaranya terdengar lirih sekali. Lebih lirih dan lembut daripada putri-putri keraton. Setelah beberapa saat, Nyi Roro Kidul pamit pulang. Dan 'splasssshh' iring-iringan kemegahan itu tiba-tiba lenyap dari mata saya. Dan perantaraan sang nyai jatuh tergeletak dan muntah-muntah,” tuturnya.
(Dewi Kurniasari)