KARENA pandemi, wisatawan harus menahan diri untuk berlibur ke luar negeri. Banyak negara yang masih menutup pintu bagi wisatawan, dengan pembatasan wilayah maupun lockdown.
Tidak hanya di Indonesia, tapi juga seluruh negara di dunia memiliki tantangan yang besar dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sebelum corona, tantangan ini tak pernah terpikirkan sebelumnya.
Sampai-sampai pebisnis yang biasa memberangkatkan karyawan atau partner ke luar negeri ikut menunda perjalanannya. Seperti diungkapkan pelaku bisnis Filbert Barnabas.
"Untuk wisata luar negeri terpaksa kami tunda, seperti Turki dan Korea. Tapi begitu sektor pariwisata internasional dinyatakan aman, maka kami akan segera kesana," ujarnya, baru-baru ini.
Head of Member Support CNI itu selalu senang ketika mengurusi pekerjaan di luar negeri. Selain menyelesaikan pekerjaannya, bisa sambil liburan.
Menurutnya, kegiatan ini juga dapat menambah pengalaman dan pemahaman akan budaya negara lain. Ditambah lagi bisa bisa bercengkrama dengan banyak orang baru.
Di sisi lain, Filbert juga menilai bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor yg paling terdampak dari pandemi. "Seluruh pelaku usaha di dalamnya menghadapi kesulitan perekonomian," tambahnya.
Kini, semua negara masing-masing berusaha mengembalikan kepercayaan wisatawan pascapandemi. Wisatawan juga bersabar menunggu kapan waktunya untuk ke luar negeri.
(Dewi Kurniasari)