SEJAK akhir tahun lalu salju mulai turun di beberapa negara. Jalan-jalan hingga halaman rumah penuh dengan tumpukan salju. Kemudian muncul fenomena orang-orang membuat unggahan memakan salju tersebut. Lantas muncul pertanyaan, amankah makan salju?
Sebagaimana dikutip dari Mentalfloss, Kamis (18/3/2021), ahli meteorologi Mary Scarzello Fairbanks yang berbicara dengan laman Prevention mengatakan salju tidak sepenuhnya murni. Salju terbentuk ketika tetesan air membeku di sekitar debu atau puing-puing di udara, lalu membentuk kristal es yang terus mengumpulkan uap air dan membentuk kepingan salju.
Baca juga: Unik, Chef Ini Bikin Minuman dari Salju
Ketika jatuh, salju juga akan mengumpulkan benda-benda yang tergantung di udara, seperti kotoran, asap, hingga partikel bakteri. Bergantung pada wilayahnya, salju juga bisa mengandung sulfat, nitrat, formaldehida, merkuri, atau pestisida. Jika berangin, salju bahkan bisa bercampur dengan kotoran yang keluar dari tanah sebelum mengendap.
Sebuah studi pada 2015 yang diterbitkan dalam jurnal 'Environmental Science: Processes and Impacts' bahkan menunjukkan bagaimana salju dapat bercampur dengan knalpot bensin. Secara teoritis, es krim salju mungkin mengandung beberapa bahan yang menjijikkan sebagai "topping".
Baca juga: Lucu Banget! Sekelompok Gajah Guling-Guling Kesenangan Lihat Salju Turun
Namun, tidak ada lonjakan laporan penyakit yang berkaitan dengan makan salju. Jika mengonsumsinya dalam jumlah sedikit, maka kecil kemungkinan kontaminan apa pun yang mungkin ada di salju menimbulkan gangguan kesehatan.
Ditegaskan bahwa tidak ada yang menganjurkan untuk menelan salju, walaupun gigitan kecil mungkin tidak akan menimbulkan efek samping.