Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan pernyataan secara terbuka melalui juru bicaranya. Mereka menegaskan bahwa Vaksin AstraZeneca tidak berbahaya dan sebaiknya diteruskan penggunaannya.
"Tidak ditemukan kaitan secara langsung antara pemberian Vaksin AstraZeneca dengan peningkatan risiko pembekuan darah," tegas Jubir WHO Margaret Harris, seperti dikutip dari laman BBC.
Baca juga: Fakta-Fakta Vaksin AstraZeneca yang Kedaluwarsa Akhir Mei 2021
Ia melanjutkan, karena itu pemberian Vaksin AstraZeneca sebaiknya dilanjutkan. "Sebab vaksin itu adalah 'vaksin yang sangat sempurna'," terangnya.
WHO kini tengah menyelidiki laporan terkait dugaan efek samping Vaksin AstraZeneca tersebut. "Namun, kami dapat katakan bahwa tidak ada hubungan sebab-akibat yang ditemukan antara pemberian Vaksin AstraZeneca dengan masalah kesehatan yang banyak dilaporkan," ungkap Harris.
Baca juga: WHO Bantah Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah
Juru bicara AstraZeneca memberikan pernyataan mengenai masalah ini. Menurut laporan mereka, jumlah orang yang divaksin dan mengalami pembekuan darah jauh lebih rendah daripada yang diharapkan di antara populasi umum.
"Berdasar analisis data keamanan kami, lebih dari 10 juta catatan telah menunjukkan bahwa tidak ada bukti peningkatan risiko emboli paru atau trombosis vena dalam," tegasnya.
(Hantoro)