Pandemi Covid-19 membuat masyarakat semakin rajin dalam menjaga kebersihan. Oleh karena itu masyarakat banyak yang sering memakai antiseptik agar tak kena corona.
Namun sayangnya saat ini masih banyak masyarakat yang keliru untuk membedakan penggunaan antara antiseptik dengan desinfektan.
Menjawab hal tersebut Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arini Astasari Widodo, Sp.KK mengatakan bahwa antiseptik dan disinfektan dapat membunuh mikroorganisme. Sayangnya kedua istilah ini sering terbalik-balik di masyarakat.
“Antiseptik adalah sesuatu yang digunakan pada tubuh (kulit) contohnya hand santitizer dan sabun antiseptik. Sedangkan disinfektan adalah sesuatu yang disemprotkan pada permukaan benda mati seperti meja, kaca, pegangan tangga, dan lain-lain,” terang dr. Arini saat dihubungi Okezone, Rabu (24/6/2020).
Dokter Arini mengatakan bahan aktif antara antiseptik dan disinfektan sering kali serupa. Beberapa di antaranya hidrogen peroksida, alkohol, dan klorheksidin. Namun formulasi yang digunakan untuk benda mati (disinfektan) dan yang digunakan khusus untuk kulit (antiseptik) memiliki spektrum keamanan yang berbeda bagi kesehatan kulit.
“Umummya konsentrasi pada disinfektan lebih tinggi di bandingkan antiseptik. Oleh karena itu, produk disinfektan lebih berbahaya bila terpapar pada kulit. Pakailah produk antiseptik yang didesain khusus untuk kulit,” tuntasnya
(Dyah Ratna Meta Novia)