Dia melanjutkan, mutasi N439K lebih dahulu ditemukan dibandingkan varian baru virus corona B117. Namun yang mendapat perhatian khusus berdasarkan rekomendasi WHO adalah B117 dari Inggris, B1351 dari Afrika Selatan, dan P1 dari Brasil.
Di Indonesia diduga sudah ada berbagai varian baru virus corona, seperti D614G, B117, dan N439K. Siti Nadia meyakini WHO akan melakukan kajian yang lebih luas terkait mutasi N439K.
Baca juga: Mutasi N439K Masuk Indonesia, Kemenkes: Varian Ini Belum Dapat Perhatian Khusus WHO
(Hantoro)