SEBUAH studi terbaru mengungkap wanita dengan polycystic ovarian syndrome (PCOS) atau sindrom polikistik ovarium memiliki risiko lebih besar terinfeksi covid-19. Hasil studi ini pun telah diterbitkan dalam European Journal of Endocrinology.
Studi tersebut menganalisis hubungan antara PCOS dan covid-19 dengan mempelajari 21.292 wanita yang didiagnosis dengan PCOS serta 78.310 wanita tanpa PCOS yang dicocokkan untuk jenis kelamin, usia, dan latar belakang dalam kelompok terkontrol.
Baca juga: PCOS, Sindrom yang Bikin Wanita Sulit Hamil
Sebagaimana dilansir laman Healthshots, Selasa (16/3/2021), hasil penelitian mengungkapkan bahwa wanita dengan PCOS memiliki risiko 51 persen lebih tinggi tertular covid-19 dibandingkan dengan jenis kelamin, usia, dan latar belakang yang sama dari mereka yang tidak menderita PCOS.
Sindrom polikistik ovarium atau PCOS adalah gangguan hormonal, metabolik, dan psikologis yang memengaruhi wanita di seluruh dunia. Satu dari setiap lima wanita terkena PCOS dan alasan paling umum untuk itu adalah pola hidup yang tidak banyak bergerak.
Meskipun gejalanya dapat bervariasi, tanda-tanda umum PCOS termasuk periode menstruasi yang tidak teratur atau tidak sama sekali, menstruasi yang berat, rambut berlebih di tubuh dan wajah, jerawat, rambut panggul, penambahan atau penurunan berat badan, rambut menipis, serta kesulitan terkait kehamilan.
Baca juga: Girls, Simak 5 Cara Diet untuk Hindari Anda dari PCOS
Wanita dengan PCOS dikaitkan dengan risiko penyakit kardiometabolik yang lebih tinggi, seperti diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak non-alkohol, tekanan darah tinggi, dan hipertensi. Maka itu, risiko terkait ini juga diperhitungkan oleh para peneliti untuk memastikan hubungan antara risiko metabolik pada wanita yang menderita PCOS dan infeksi covid-19.
"Mengingat tingginya prevalensi PCOS, temuan ini perlu dipertimbangkan saat merancang kebijakan dan saran kesehatan masyarakat seiring dengan berkembangnya pemahaman kita tentang covid-19," jelas penulis studi ini, Anuradhaa Subramanian.