Berbahaya! Ini Alasan Obat Batuk Jadi Alternatif 'Ngefly'

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Rabu 10 Maret 2021 16:36 WIB
Obat batuk (Foto: Web MD)
Share :

Beberapa waktu lalu suatu video heboh di media sosial soal pria mengonsumsi obat batuk dengan jumlah sangat tidak wajar. Ya, dia meminum obat batuk ber-sachet-sachet.

Beberapa netizen menjelaskan bahwa tujuan pria tersebut mengonsumsi obat batuk bukan untuk mengatasi gejala batuk yang diderita, melainkan mendapatkan efek 'ngefly'. Jadi, bisa dikatakan si pria tersebut menyalahgunakan obat tidak untuk seharusnya.

 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Prof Dr dr Murdani Abdullah, SpPD-KGEH menerangkan, di dalam obat batuk mengandung kodein yang biasanya dipakai untuk meredakan nyeri ringan hingga berat.

"Nah, kodein itu bagian dari sikotropika. Ketika dikonsumsi dalam jumlah tertentu, bahan tersebut dapat berfungsi untuk obat batuk. Namun kalau sudah berlebihan, tentu akan memberi dampak buruk pada tubuh," paparnya dalam Webinar (10/3/2021).

Lebih lanjut, Dokter Kejiwaan Dr dr Kristiana Siste, SpKJ(K) menjelaskan bahwa di dalam obat batuk itu mengandung DMP atau Dextromethorphnan yang bisa bekerja juga untuk meningkatkan dopamine.

"Seperti NAFZA lainnya, DMP yang terkandung di obat batuk dapat menimbulkan kondisi kesenangan untuk terus menggunakannya. Nah, dophamine intu memberi efek yang sama seperti NAFZA. Makanya banyak yang menyalahgunakan," ujarnya.

Padahal, ketika obat batuk dikonsumsi dengan jumlah yang berlebihan, ini akan memberi dampak buruk pada kesehatan tubuh jangka panjang.

Menurut informasi yang MNC Portal Indonesia terima, pada konsumsi DMP dosis 200-400 mg, itu memberi efek euforia dan halusinasi, 300-400 mg efeknya gangguan persepsi visual, hilangnya koordinasi motorik.

Lalu, 500-1.500mg efeknya dissosiatif sedatif, dan pada dosis 1.500-3.000 (terbagi) efek yang akan terjadi adalah dissosiatif, terkecuali dengan efek yang lebih lama.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya