KEPALA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito baru saja menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) Vaksin AstraZeneca. Ini menandakan bahwa vaksin covid-19 buatan Inggris tersebut siap digunakan di Indonesia.
Secara karakter, Vaksin AstraZeneca tidak jauh berbeda dengan Vaksin Sinovac yang sekarang disuntikkan ke masyarakat. Namun secara khusus, Penny menerangkan bahwa Vaksin AstraZeneca tidak akan digunakan dalam program Vaksinasi Gotong Royong.
Baca juga: 5 Poin Penting Vaksinasi Gotong Royong, Biaya hingga Penanganan KIPI
"Vaksin AstraZeneca tidak masuk ke dalam daftar vaksin covid-19 yang bisa digunakan sebagai Vaksin Gotong Royong," terang Penny dalam konferensi pers, Selasa 9 Maret 2021.
Ia menerangkan, vaksin yang digunakan pada Vaksinasi Gotong Royong harus berbeda mereknya dengan vaksin yang dipakai pemerintah dalam program vaksinasi massal. Hal ini sesuai aturan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Baca juga: Tantangan yang Bakal Dihadapi dari Vaksinasi Gotong Royong
Lantas, vaksin covid-19 apa saja yang bisa dipakai untuk program Vaksinasi Gotong Royong?
Penny menerangkan ada beberapa merek yang sudah masuk daftar, di antaranya Sinopharm, Novavax, dan Moderna. "Vaksinasi Gotong Royong Sinopharm sedang berproses. Administrasi Novavax dan Moderna sedang berproses juga bertahap melakukan registrasi bergulir," ungkap Penny.
Vaksinasi Gotong Royong merupakan program penyuntikan vaksin covid-19 secara mandiri yang dilakukan oleh perusahaan swasta kepada karyawannya. Vaksin ini bersifat gratis dengan biaya ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.