SEBAGAI pilot, Kapten Edward F Limbong pernah menghadapi turbulensi saat kondisi cuaca sedang tidak bagus. Meski begitu, ia meminta agar penumpang tidak takut.
Kerap mendengar kata turbulensi, apa sih artinya? Dikutip dari Oxfordsaudia Flight Academy, secara sederhana turbulensi adalah istilah yang menggambarkan ketidakstabilan pesawat saat di udara yang disebabkan oleh berbagai alasan.
Walaupun turbulensi sering membuat penumpang takut, pada dasarnya hal ini biasa terjadi dalam penerbangan dan tidak berbahaya.
Sama seperti pengendara transportasi darat yang harus melewati polisi tidur di jalan, pesawat juga akan bertemu dengan gundukan di udara. Turbulensi lebih mempengaruhi masalah kenyamanan penumpang dan kru pesawat, dibanding keselamatannya.
Kapten Limbong pun pernah mengalami turbulensi di beberapa rute. Ia mengatakan saat turbulensi pesawat memutari awan.
"Jadi kita muterin ya guys, awannya gede banget ini," ucapnya di laman YouTube Edward F Limbong.
Ia menambahkan, saat pesawat turbulensi sensasinya sama seperti naik komedi putra. Jadi Anda tak perlu terlalu khawatir dan percayakan kepada pilot.
"Pesawat akan sedikit kegoncang-goncang, kayak di komedi putar," tambahnya.
Lebih lanjut, Okezone juga telah merangkum tips-tips yang dapat dilakukan pagi penumpang pesawat yang selalu merasa takut saat berhadapan dengan turbulensi. Berikut ulasannya, dilansir dari Classpass.
Pahami bahwa turbulensi tidak bahaya
Turbulensi dapat disebabkan karena beberapa faktor seperti udara di atmosfer, aliran jet yang memicu perubahan angin, terbang di atas gunung atau gedung tinggi yang mengubah aliran angin di langit, dan sebagainya.
Terlepas dari penyebabnya, penting untuk diingat bahwa turbulensi disebabkan oleh perubahan aliran udara. Turbulensi bukan terjadi karena ada yang salah dengan pesawat itu sendiri.
Banyak orang berasumsi bahwa turbulensi akan menyebabkan pesawat mereka jatuh. Nyatanya, turbulensi terparah sekalipun hampir tidak pernah menyebabkan kecelakaan pesawat. Terakhir kalinya turbulensi disebutkan sebagai penyebab utama kecelakaan pesawat adalah pada 1966.
Namun semenjak itu, teknologi dalam pesawat sudah semakin canggih. Para pilot pun dibekali dengan pemahaman yang lebih baik lagi tentang bagaimana menghadapi turbulensi atau menghindarinya.
Contohnya saja Kapten Limbong, lewat video yang diunggah pada Oktober 2020, ia nampak mengarahkan pesawat yang dikemudikannya ke jalur alternatif. Meskipun lebih jauh, hal tersebut dilakukan untuk menghindar dari awan tebal yang dapat menimbulkan turbulensi.
Duduk di area depan atau sayap pesawat
Penumpang yang sensitif terhadap turbulensi dapat mencoba duduk sedekat mungkin dengan bagian depan pesawat. Seperti kereta atau gerbong roller coaster, bagian belakang pesawat adalah yang paling kuat berguncang saat menghadapi turbulensi. Bagian tersebut juga rentan terhadap pergerakan.
Selain itu, turbulensi juga kurang terasa jika Anda duduk di bagian sayap pesawat. Karena sayap memungkinkan pesawat untuk tetap seimbang.
Gunakan sabuk pengaman
Meskipun lampu tanda sabuk pengaman sudah padam, sebaiknya penumpang tetap menggunakannya. Hal ini dapat membuat penumpang lebih aman jika sewaktu-waktu terjadi turbulensi mendadak. Terlepas dari ringan atau ekstremnya turbulensi, menggunakan sabuk pengaman adalah hal wajib dalam setiap penerbangan.
Kontrol napas
Jika turbulensi membuat Anda panik, cobalah untuk mengontrol laju pernapasan Anda. Tarik napas melalui hidung dan keluarkan melalui mulut. Ambil napas dalam dan panjang. Cara itu akan menstimulasi saraf vagus dan memicu sistem saraf parasimpatis Anda untuk melepaskan asetilkolin dan neurotransmitter yang meningkatkan perasaan aman dan tenang.
Alihkan perhatian
Saat turbulensi biasanya penumpang akan membayangkan hal-hal buruk. Untuk menghindari ini, penumpang bisa mengalihkan perhatian dan fokus pada hal-hal yang membahagiakan. Jika guncangan tidak terlalu keras, penumpang bisa menyibukan diri dengan membaca buku, bermain teka-teki, atau kegiatan lainnya.
Hindari rute yang sering terjadi turbulensi
Jika Anda belum menentukan tujuan perjalanan selanjutnya, ada baiknya pilih tujuan dengan rute penerbangan yang tidak sering mengalami turbulensi. Misalnya, secara statistik, penerbangan yang menjauh dari khatulistiwa dan terbang di atas wilayah perairan yang luas atau daratan yang datar mengalami lebih sedikit turbulensi.
Percaya pada pilot
Untuk menjadi pilot, seseorang harus melewati mempelajari banyak hal dan melewati serangkaian tes yang tidak mudah. Pilot yang sudah diperbolehkan mengemudikan sebuah burung baja tentunya sudah terlatih dan juga ahli dalam melalui gangguan berupa turbulensi. Dibantu teknologi yang canggih, pilot juga memiliki pemahaman yang sangat baik tentang kondisi cuaca untuk setiap rute penerbangan sebelum lepas landas.
Sebelum penerbangan, pilot akan mempelajari prakiraan rute penerbangan dan, jika memungkinkan, mengubah jalur mereka untuk menghindari area dengan turbulensi ekstrem. Oleh karenanya, penumpang tidak perlu khawatir dengan turbulensi.
(Dewi Kurniasari)