Patuhi Jadwal
Ada kalanya anak sudah harus makan MPASI, tapi justru menangis karena ingin menyusui. Biasanya itu terjadi kepada anak berusia 9 bulan ke atas. Menurut Titis, anak usia di atas 9 bulan sudah bisa diajari disiplin bahwa saat ini makanan utama bukan ASI tapi MPASI. Ibu juga sebaiknya meneguhkan hati meski anak menangis.
"Bahasa saya adalah enggak boleh mentil. Biasanya dia Cuma 5 menit selesai, jadi dia bukan menyusu. Jadi yang harus didorong adalah dia menyusu dengan baik, kemudian tidak mentil, dan berikan MPASI pada jamnya," paparnya.
Baca juga: Resep Nasi Tim Salmon Goreng untuk Bayi 10 Bulan
Ia berpesan untuk berkomunikasi dengan anak, beri tahu baik-baik kapan waktunya boleh menyusu, misalnya hanya sebelum tidur. Jangan bosan untuk terus mengulang metode itu agar anak terbiasa dan memahami kebiasaan baru.
Pada usia 6 hingga 8 bulan, anak bisa makan 2 sampai 3 kali sehari. Jumlahnya dimulai dari 2–3 sendok makan, kemudian perlahan semakin banyak hingga 125 gram atau setengah mangkok. Ketika berusia 9–11 bulan, anak bisa makan tiga kali sehari dengan porsi 125 gram tapi tekstur makanannya lebih padat.
Kendala yang dihadapi orangtua adalah ketika anak mengemut dan tidak mau mengunyah makanan. Jika ini terjadi, evaluasi makanan yang diberikan. Bisa jadi anak tidak bersemangat makan karena kurang rasa, atau tidak sesuai selera.
Faktor lainnya adalah tekstur yang tidak cocok untuk anak. Misalnya, anak tidak mau disodori bubur, tapi bersemangat saat makan kerupuk. Itu berarti anak ingin makan tekstur yang tidak terlalu halus, sehingga orangtua bisa memberikan makanan yang lebih bertekstur.
(Hantoro)