Yang paling sulit, lanjut Andrew ialah menerjemahkan atau mencari kata yang layak untuk mengejanya. Demikian pula soal pelafalan huruf demi huruf lewat tanda petik.
"Kita harus benar-benar teliti dan dibaca kembali berulang-ulang agar jangan sampai salah," akunya.
Adapun alasan Andrew rela bersusah payah menyusun kamus Bahasa Sasak lantaran dirinya dirinya telah benar-benar jatuh cinta dengan Pulau Lombok. Ia bahkan menganggap Lombok sebagai Tanah Air keduanya setelah Negeri Paman Sam.
Dirinya juga mengaku termotivasi membuat sebuah karya dalam bentuk kamus yang bisa dimanfaatkan atau digunakan bagi mereka yang ingin belajar atau mengetahui kosa kata Bahasa Sasak.
"Saya benar-benar cinta Pulau Lombok, mudah-mudahan saya segera bisa membuat kamus Bahasa Sasak edisi tiga," kata Andrew menandaskan.
(Rizka Diputra)