Meskipun objek wisatanya masih berupa rintisan, tetapi sudah ada beberapa pengembangan di sekitar lokasi, mulai dari penyediaan spot swafoto, tempat bermain, tempat istirahat hingga tiga unit perahu yang siap melayani pengunjung untuk berputar-putar sekitar rawa.
Sementara saat musim kemarau, wisata perahunya dialihkan di Sungai Jeratun yang airnya masih tetap tersedia, meskipun kemarau.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana untuk mengajukan izin pengelolaan wisata air. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada izinnya," ujarnya.