Dalam presentasinya, Suprayoga menyebut bahwa selain komitmen di tingkat nasional, kepala daerah menjadi motor bergulirnya program penurunan stunting yang menyasar keluarga 1.000 HPK. Saat ini, tercatat 358 dari 514 pemimpin daerah berkomitmen mempercepat program pencegahan stunting.
“Pemerintah daerah juga menjalankan programnya dengan inovatif dan serius,” jelas Suprayoga.
Sementara itu, Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Satu Kahkonen mengatakan, Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen yang kuat terkait pengembangan modal manusia, khususnya dalam penanganan stunting.
Bank Dunia mendukung Strategi Nasional (Stranas) Percepatan Pencegahan Stunting, melibatkan 23 Kementerian bekerja sama dalam melaksanakan berbagai program.
(Helmi Ade Saputra)