Marble Arch Hills akan memiliki struktur sementara sebagai alas untuk menopang kayu lapis dan lapisan tanah yang dibutuhkan untuk pertumbuhan lapisan atas rumput. Struktur yang dirancang ini akan disesuaikan pada titik-titik strategis untuk menampung kebun sebagai habitat pepohonan.
Wisatawan nantinya bisa mendaki melalui jalan setapak yang berkelok ke atas lereng bukit, kemudian turun menuju aula di jantung bukit. Aula tersebut merupakan ruang berlubang yang akan difungsikan sebagai tempat pameran, acara, maupun kegiatan lainnya.
"Dengan menambahkan elemen lanskap ini, kami memberikan warna pada tata letak perkotaan Marble Arch, dan dengan melihat ke sejarah situs, kami memberikan gambaran tentang masa depan daerah tersebut," tandasnya.
(Rizka Diputra)