Baca juga: Mengetahui Pemicu Asma, Sakit yang Diderita Rina Gunawan Sebelum Meninggal
Menurut dr Fajri, salah satu laporan menyebutkan bahwa varian baru virus corona yang berasal dari Inggris ini mengalami mutasi pada 23 titik, sementara protein spike bermutasi 8. Kemudian transmissibility-nya terbukti meningkat lebih cepat lebih dari 50 hingga 70 persen. Sedangkan lethality atau seberapa dahsyat mutasi ini menyebabkan seseorang mengalami sakit yang berat, masih belum jelas.
"Ada pula immune escape atau seberapa mungkin seseorang covid-19 tidak terdeteksi oleh imun tubuh juga masih belum jelas. Perlu dipahami juga, ternyata sudah terbukti dapat mengurangi efikasi dari vaksin. Contoh pada Novavax itu berkurang dari 96 menjadi 86 persen. Kemudian AstraZeneca dari 84 menjadi 75 persen. Saat ini sudah 95 negara yang melaporkan dan di Amerika Serikat sendiri sudah 44 negara bagian yang melaporkan adanya varian ini," tuntasnya.
(Hantoro)